FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
Tanggal Kuliah 16 Oktober 2008
FILASAFAT ILMU PENGETAHUAN
Pada dassarnya manusia memiliki bawaan yang baik, Manusia sebelum bertindak memikirkan terlebih dahulu tindakan yang akan dilakukan. Apabila orang itu bertindak buruk maka filsafatnya buruk, dan apabila orang itu bertindak baik maka filsafat orang itu baik.
Jadi, Baik buruknya filsafat manusia itu tergantung filsafat yang di anut manusia itu. Setiap tindakan manusia mengandung nilai.
Maka berfilsafat ialah terkandung didalamnya, dimana masyarakat di cita citakan dan bagaimana individu itu dibentuk. Soal nilai adalah filsafat,filsafat menghasilkan nilai, nilai – nilai menghasilkan norma.
Demikianlah sebabnya ada orang mengatakan perubahan filsafat itu adalah system nilai.
Kebuttuhan berfilsafat adalah kebutuhan manusia yaitu kemampuan berfikirnya.
Seorang philosoph dalam mencari kebenaran adalah dengan cara berfikir.
Mencari kebenaran tapi tidak menemukan kebenaran adalah masalahnya. Artinya hasil yang ditemukan masih relatife.
Prof. Rasidi : “Berbahagialah manusia bila mendekati kesempurnaan”
Ø Pengetahuan = knowledge
Ø Ilmu pengetahuan
Ø Filsafat
Ø Agama
Dikatakan berfilsafat apabila mengandung unsure:
Ø Universal ( UMUM ) : Tidak berfikir khusus, tidak ada batas – batasan tertentu ( menyeluruh )
Ø Sistematik ( LOGIS ) : Bergerak selangkah demi selangkah dengan penuh kesadaran, berurutan dan penuh tanggung jawab.
Ø Radikal ( REDIX ) : Berfikir sampai akar – akarnya, berfikir sampai konskuensi terakhir.
Idola Tribus : Pemikiran yang dangkal
Idola Fori : Pemikiran yang mengabaikan
Idola Tiatri : Pemikiran yang asal ikut, Mitos.
Prof Louis Kattsof.
Cirri – cirri filsafat :
Sistematik konsepsual
Interlatif
Selaras / Kohern
rasional / sesuai kebenaran
komperhensif
Berfikir adalah Suatu kegiatan dalam jiwa untuk mencapai suatu pengetahuan
Selasa, 21 Oktober 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


1 komentar:
Halo salam kenal...
Arti kata "interlatif" itu apa ya...? makasih atas jawabannya.
-haryo s.gum-
Posting Komentar