Selasa, 21 Oktober 2008

Catatan Mata kuliah : STATISTIK SOSIAL

Fakultas : ILMU SOCIAL DAN ILMU POLITIC
Mata kuliah : STATISTIK SOSIAL

Statistik dapat dipelajari secara kualitatif dan kuantitatif.
Metode kualitatif, ex ; dengan histories, comparative, case study

Metode Kuantitatif : Metode yang mengutamakan keterangan via angka – angka, sehingga gejala dalam penelitian diukurnya dengan skala – skala.

Metode Statistik : salah satu metode yang termasuk dalam metode kuantitatif, yaitu ilmu pengetahuan yang membahas tentang cara pengumpulan, penyajian, menganalisis dan penarikan kesimpulan.

1 Statistik Deskriptif
Mempelajari tentang pengumpulan data, pengolahan yang termasuk penyajian dan penganalisaan data, misalnya dalam bentuk table, gambar, nilai sentral dsb.

2 Sattistik Inferensial / Induktif
Mempelajari tata cara pengambilan kesimpulan secara menyeluruh ( populatif ) berdasarkan data sebagian ( sample ) dari populasi tersebut.

Populasi : Kumpulan sekelompok individu yang mempunyai kesamaan jenis / sejenis.
Populasi : kumpulan ( secara keseluruhan ) yang lengkap dari seluruh elemen yang sejeis. Ciri populasi dinamakan parameter. Sedangkan sample adalah kumpulan sebagian dari keseluruhan elemen yang sejenis. Ciri sample dinamakan statistik.
Sample : Contoh sebagian dari populasi

Symbol romawi yangsering digunakan dalam statistik
( rataan ) = Miu
( rataan ) = Xbar
( rataan ) = Tho

1. Statistik Parametric
Membahas tentang pendugaan parameter berdasarkan ciri sample dengan asumsi parameternya diketahui, ex : berdistribusi normal, variannya homogen
Skala data yang di uji dalam statistik parametric adalah skala ratio dan interval dengan asumsi data tersebut berasal dari populasi yang menyebar normal, varian homogen dsb.

2. Statistik non Parametric
Membahas tentanag pengujian data dengan skala ordinal / nominal disebut juga sebagai statistik tata jenjang, karena data yang di uji / diolah sering kali dalam bentuk jenjang atau peringkat.
Ciri : Pengujian lebih mudah
Dapat digunakan dalam sample kecil
Tanpa memperhatikan parameternya
Kelemahan non Parametric bila asumsi yang siperlukan untuk statistik Parametric terpenuhi dan dipaksakan di uji statistik non Parametric maka terjadi pemborosan informasi.

Data ( bentuk jamak ) Datum ( bentuk tunggal ) adalah informasi dari hasil pengukuran.
Data berdasarkan skala pengukurannya dibedakan menjadi :
Skala Ratio ( skala nisbah ) : 1+1 = 2
Skala Interval ( skala Selang ) : 1+1 2
Skala Ordinal ( skala Jenjang ) : ada urutan, ex : a,b,c peringkat 1, 2, 3
Skala kategorial ( skalas nominal ) : Kategori 1. Islam , 2. Kristen, 3. Budha dst.

Cara pengumpulan data :
1 Cara Sensus, dimana yang diselidiki secara keseluruhan ( semua yang ada dalam populasi )
2 Cara sample ( sampling ), yang diselidiki hanya dari sample atau sebagian dari populasi, sample tersebut digunakan untuk dasar pengmbilan kesimpulan dan populasi dari populasi tersebut meng-generalisasi-kan.

CATATAN FILASAFAT ILMU PENGETAHUAN

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
Tanggal Kuliah 16 Oktober 2008

FILASAFAT ILMU PENGETAHUAN

Pada dassarnya manusia memiliki bawaan yang baik, Manusia sebelum bertindak memikirkan terlebih dahulu tindakan yang akan dilakukan. Apabila orang itu bertindak buruk maka filsafatnya buruk, dan apabila orang itu bertindak baik maka filsafat orang itu baik.

Jadi, Baik buruknya filsafat manusia itu tergantung filsafat yang di anut manusia itu. Setiap tindakan manusia mengandung nilai.
Maka berfilsafat ialah terkandung didalamnya, dimana masyarakat di cita citakan dan bagaimana individu itu dibentuk. Soal nilai adalah filsafat,filsafat menghasilkan nilai, nilai – nilai menghasilkan norma.

Demikianlah sebabnya ada orang mengatakan perubahan filsafat itu adalah system nilai.
Kebuttuhan berfilsafat adalah kebutuhan manusia yaitu kemampuan berfikirnya.

Seorang philosoph dalam mencari kebenaran adalah dengan cara berfikir.

Mencari kebenaran tapi tidak menemukan kebenaran adalah masalahnya. Artinya hasil yang ditemukan masih relatife.

Prof. Rasidi : “Berbahagialah manusia bila mendekati kesempurnaan”

Ø Pengetahuan = knowledge
Ø Ilmu pengetahuan
Ø Filsafat
Ø Agama

Dikatakan berfilsafat apabila mengandung unsure:
Ø Universal ( UMUM ) : Tidak berfikir khusus, tidak ada batas – batasan tertentu ( menyeluruh )
Ø Sistematik ( LOGIS ) : Bergerak selangkah demi selangkah dengan penuh kesadaran, berurutan dan penuh tanggung jawab.
Ø Radikal ( REDIX ) : Berfikir sampai akar – akarnya, berfikir sampai konskuensi terakhir.

Idola Tribus : Pemikiran yang dangkal
Idola Fori : Pemikiran yang mengabaikan
Idola Tiatri : Pemikiran yang asal ikut, Mitos.

Prof Louis Kattsof.
Cirri – cirri filsafat :
Sistematik konsepsual
Interlatif
Selaras / Kohern
rasional / sesuai kebenaran
komperhensif

Berfikir adalah Suatu kegiatan dalam jiwa untuk mencapai suatu pengetahuan